Showing posts with label Bulbophyllum. Show all posts
Showing posts with label Bulbophyllum. Show all posts

Tuesday, 28 September 2010

Bulbophyllum lyriforme J.J.Verm. & P.O'Byrne 2003

Bulbophyllum Lyriforme

Section: Stenochilus

Synonyms: -
References say this orchid is found in Papua New Guinea. But i found it in Borneo.
That's why i am not so sure if this is B. lyriforme. But tracing the physical form and the flowers, it is very close to the characteristics of B. lyriforme.
I found in Borneo, in the lowland forest at elevation from 14 to 18 meters, as a tree climbing epiphyte in a circular. Really liked the mossy trees.
The plant is very similiar with B. macranthum and sometimes also similiar with B. patens, except at the tip of the leaf of B. patens is more more obtuse than B. lyriforme.
Has hairy rhizome with well spaced, ovate-elliptic psedobulbs, carrying a single, dark green, oblong, and slightly tapered at the ends.
Flowers: Single, strong fragrant, are always in a state does not open properly.
Dorsal sepal has 6,5 mm width and 3 cm long extend to the front,
Petals has 3 mm width and 3 cm long extend to the side move to the front,
Lateral sepals 3 cm long extend to the front.
Dorsal sepal and petals has a white base color with some dark red to purple spots. But in lateral sepals has yellow/orange and white, this color difference is very contrast, it can be seen that the half part to bottom is yellow and and the remaining half is white. 
As well as B. macranthum, by the local people in Central Kalimantan also called "Gaharu" orchid (gaharu means agarwood/eaglewood). They said its strong fragrant smells like aromatic resin.

Bahasa Indonesia:
Referensi lain menyebutkan anggrek ini ditemukan di Papua New Guinea. Tetapi saya menemukannya di Kalimantan.
Itulah kenapa saya masih belum yakin sekali kalau ini adalah B. lyriforme tersebut. Tetapi merunut wujud fisik dan bunganya, sangat mendekati ciri-ciri B. lyriforme.
Saya temukan di Kalimantan di hutan dataran rendah pada ketinggian 14 hingga 18 meter dari permukaan laut, sebagai epipit merambat pada batang pohon secara spiral. Sangat menyukai pohon-pohon yang berlumut.
Tanamannya sangat mirip dengan B. macranthum dan kadang-kadang juga mirip dengan fisik tanaman dari B. patens, kecuali pada ujung daun B. patens lebih tumpul dari B. lyriforme.
Memiliki umbi akar yang berambut dengan jarak yang tidak berdekatan, umbi semunya berbentuk lonjong bulat telur, terdapat satu daun tunggal berwarna hijau tua, membentang lurus, dan agak runcing pada ujungnya.
Bunga: Tunggal, sangat harum, selalu dalam keadaan mekar tidak sempurna.
Sepal dorselis (makhkota sirip belakang) memiliki lebar 6,5 mm dan panjang 3 cm memanjang ke depan,
Kelopak-kelopaknya memiliki lebar 3 mm dan panjang 3 cm memanjang ke samping lalu ke depan,
Sepal lateris (mahkota rusuk) memiliki panjang 3 cm memanjang ke depan.
Sepal dorselis dan kelopak-kelopaknya memiliki warna dasar putih dengan bercak merah tua hingga ungu. Tetapi pada sepal laterisnya memiliki warna kuning/oranye dan putih. Perbedaan warna ini sangat kontras, itu bisa dilihat bahwa separuh bagian ke bawah berwarna kuning dan separuhnya lagi berwarna putih.
Seperti juga B. macranthum, oleh masyarakat di Kalimantan Tengah disebut sebagai "Anggrek Gaharu", mereka mengatakan bahwa wanginya yang kuat tercium seperti wangi damar.



Bulbophyllum lyriforme

Bulbophyllum lyriforme

Bulbophyllum lyriform

Bulbophyllum lyriforme ( plant in situ )

Tuesday, 21 September 2010

Bulbophyllum patens King 1896

Section: Stenochilus
Synonyms: Phyllorchis patens (King) Kuntze 1891
Found in India, Thailand, Malaysia, Sumatra and Borneo in swamp, peat swamp, lowland podosol forests at elevation from sea level to 300 meters as a tree climbing epiphyte.
The plant is similiar with B. lyriforme and B. macranthum, except the leaf of B. patens is wider and at the tip is more obtuse. Has hairy rhizome with well spaced, ovate-elliptic psedobulbs, carrying a single, dark green, elliptic-oblong.
Flower: 5 cm long and 4 cm broad, single, strong fragrant, always facing upwards, white base color covered with purple spots.
Known by local people in Central Kalimantan as the "Incense Orchid". Refers to its fragrance that somehow they say its smells like scented incense.

Indonesia:
Ditemukan di India, Thailand, Malaysia, Sumatra dan Kalimantan di hutan-hutan rawa, rawa gambut, dan hutan dataran rendah podosol pada ketinggian hingga 300 meter diatas permukaan laut sebagai epipit merambat pada batang pohon.
Tanamannya mirip dengan B. lyriforme dan B. macranthum, kecuali daun B. patens lebih lebar dan ujungnya lebih tumpul. Memiliki umbi akar berambut dengan jarak antar umbi tidak rapat, umbi semu berbentuk lonjong bulat telur dengan daun tunggal berwarna hijau gelap lonjong dan membujur lurus.
Bunga tunggal dengan panjang 5 cm dan lingkar bunga 4 cm, sangat wangi, selalu menghadap ke atas, dengan warna dasar putih ditutupi oleh bercak ungu kemerah-merahanan.
Dikenal oleh warga lokal di kalimantan tengah sebagai "Anggrek Dupa". Merujuk pada bau harumnya yang disebut-sebut mirip bau wangi dupa.





Bulbophyllum patens ( plant in situ )

Monday, 13 September 2010

Bulbophyllum restrepia Ridl. 1893

Bulbophyllum restrepia
Section: Hoplandra
Found in Borneo, Singapore and Malaysia in lowland forest at elevation from sea level to 300 meters, attached to trees on the riverbank.
Ovate and curved pseudobulbs
Flower: single, yellowish pale green with purplish at the base of lateral sepals, 4 - 6 cm long flower.

Indonesia:
Ditemukan di Kalimantan, Singapura dan Malaysia di hutan dataran rendah pada ketinggian hingga mencapai 300 meter diatas permukaan laut, menempel pada pepohonan di tepian sungai.
Umbi semunya berbentuk lonjong dan bulat telur.
Berbunga tunggal, panjang 4-6 cm dengan warna hijau pucat kekuningan dan keunguan pada bagian dasar kedua sepal lateralnya.

Monday, 30 August 2010

Bulbophyllum macranthum Lindley 1844

Bulbophyllum macranthum
Section: Stenochilus
Synonyms: Bulbophyllum cochinchinense Gagn. 1950; Bulbophyllum purpureum NĂ¡ves in F.M.Blanco 1880; Carparomorchis macrantha (Lindl.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002; Phyllorchis macrantha (Lindl.) Kuntze; *Sarcopodium macranthum Lindley 1850-1.
Found in almost all over Southeast Asia to Papua New Guinea in mossy forest. Living at elevation from sea level to 1500 meters as a tree circular climbing epiphyte. And I found it in Borneo, in the lowland mossy forests at elevation 14 to 18 meters.
In its natural habitat, if it is not flowering, it is very difficult to distinguish from the B. lyriforme. Moreover these two species often living in the same habitat.
The plant is very similiar with B. lyriforme and sometimes also similiar with B. patens, except at the tip of the leaf of B. patens is more more obtuse than B. macranthum.
Has hairy rhizome with well spaced, ovate-elliptic psedobulbs, carrying a single, dark green, oblong, and slightly tapered at the ends.
Flower: 5,5 cm long and 4 cm broad, single, strong fragrant, sometimes in not open widely and very often in upside-down position such as picture above, looks like it has a white base color with some dark red to purple spots.
Known by local people in Central Kalimantan as the "Gaharu" Orchid (gaharu means agarwood). Refers to its fragrance that somehow they said has aromatic resin like agarwood.

Indonesia:
Ditemukan hampir di seluruh Asia Tenggara hingga Papua New Guinea di hutan berlumut. Hidup pada daerah berketinggian 0 - 1500 meter diatas permukaan laut sebagai epipit merambat secara spiral pada batang pohon. Dan saya menemukannya di Kalimantan di hutan berlumut dataran rendah, pada ketinggian 14 hingga 18 meter dari permukaan laut.
Di habitat alamnya, jika tidak sedang berbunga sangat sulit dibedakan dengan B. lyriforme, apalagi kedua spesies ini sering hidup berdampingan di alamnya.
Tanamannya sangat mirip dengan B. lyriforme dan kadang-kadang juga mirip dengan fisik tanaman dari B. patens, kecuali pada ujung daun B. patens lebih tumpul dari B. macranthum.
Memiliki umbi akar yang berambut dengan jarak yang tidak berdekatan, umbi semunya berbentuk lonjong bulat telur, terdapat satu daun tunggal berwarna hijau tua, membentang lurus, dan agak runcing pada ujungnya.
Bunga: panjang 5,5 cm dan lebar 4 cm, bertipe bunga tunggal, harum sekali, dan terkadang tidak mekar secara sempurna bahkan seringnya bunga dalam keadaan posisi terbalik seperti dalam gambar diatas. Sepertinya memiliki warna dasar putih dengan bercak merah gelap hingga merah keungguan.
Dikenal oleh masyarakat di Kalimantan Tengah sebagai "Anggrek Gaharu", mengacu pada bau harumnya yang entah kenapa dibilang memiliki wangi damar sepeti kayu gaharu.


Bulbophyllum macranthum ( plant in situ )

Bulbophyllum anceps Rolfe 1892

Section: Sestochilus
Found in Borneo, attached to the tree trunks as miniature size.
Hairy rhizome, flat and round to oval shapes pseudobulbs. Because the flat shapes of its pseudobulbs, sometimes seen as overlapping like scales.
Flower: lateral sepals L=1,2cm & W=4mm; dorsal sepal L=8mm & W=6mm; petals L=6mm & W=3mm. 10cm flower stalk.

Indonesia:
Ditemukan di Kalimantan, hidup menempel pada batang pohon sebagai spesies dengan bunga berukuran kecil.
Umbi akar seperti berambut, dengan umbi semu berbentuk pipih bulat atau lonjong. Karena bentuk pipih umbi semunya, kadang-kadang kelihatan seperti menumpuk layaknya sisik.
Bunga: mahkota lateris P=1,2 & L=4mm; mahkota dorselis P=8mm & L=6mm, kelopak P=6mm & L=3mm. Panjang tangkai bunga lebih dari 10cm.

Bulbophyllum anceps ( plant )

Thursday, 26 August 2010

Bulbophyllum Lobii Lindley 1847

Bulbophyllum Lobii ( Java )
Section: Sesthochilos
Synonym: Bulbophyllum Lobii Lindley var siamense Rchb.f; Phyllorchis lobii (Lindl.) Kuntze; Sarcopodium lobii Lindley; Sestochilos uniflorum Brenda
Found in Borneo, Sumatra, Java and some island in Indonesia, also found in Malaysia, Philippines, and Thailand.
Flower: Single flower up to 9 cm broad that rise on pseudobulb held at middle leaf.
In Indonesia, known as "Tiger Nails Orchid" because when yet to blooming, the flower resemble the form of tiger nails.

Indonesia:
Ditemukan di Kalimantan, Sumatra, Jawa dan beberapa pulau di Indonesia, juga di Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Memiliki bunga tunggal mencapai lebar bunga 9 cm, muncul dari pseudobulps berusia remaja.
Di Indonesia dikenal juga sebagai "Anggrek Kuku Macan" karena ketika bunganya belum mekar, bentuknya seperti bentuk kuku macan.


Bulbophyllum Lobii ( Borneo )
Bulbophyllum Lobii ( Sumatra )

Bulbophyllum Antenniferum (Lindl.) Rchb.f.

Bulbophyllum Antenniferum
Section: Hyalosema
Synonym: Bulbophyllum Leysianum Burbidge; Cirrhopetallum Ornithorhynchus J.J.Sm.; Phyllorchis anntenifera (Lindl.) Kuntze
Found in Borneo, Java, New Guniea and Phillipines.
Flower: Single Flower, is generally not opening widely but in some cases can be found widely open.
Looks like almost not having a pseudobulb, has a single flat and lanceolate leaf.

Indonesia:
Ditemukan di Kalimantan, Jawa, Papua dan Filipina
Berbunga tunggal, umumnya bunganya tidak terbuka lebar tetapi pada beberapa kasus bisa ditemukan dalam keadaan mekar sempurna.
Kelihatannya hampir tidak memiliki pseudobulbs, dan memiliki satu daun pipih dan berbentuk lanset.